Indonesia Negara bahari dan Negara berpenduduk muslim terpadat di dunia, yang menyimpan sejuta potensi dan masalah. Sebuah Negara kepulauan yang terdiri dari berbagai macam suku-suku dan adat istiadat, yang kerap kali menimbulkan konflik yang diakibatkan oleh isu SARA. Sebuah bangsa yang telah kehilangan jiwa baharinya, saling menghargai dan semangat Nasionalismenya. Hal ini berlaku di hampir semua daerah wilayah Indonesia dan menjangkiti kaum muda dan orang tua. Tak terkecuali Surabaya, sebagi kota bahari dan metropolitan terbesar ke dua di Indonesia. Motto jales veva jaya mahe( di lauk kita jaya) telah di lupakan oleh para pemuda kota pahlawan ini. Surabaya yang dulu menjadi sebuah pusat penyebaran agama Islam(pusat ilmu pengetahuan) dan kota perdangan lautnya, kini mulai terkikis oleh mental daratan dan kemerosotan moral para pemudanya. Jiwa kepahlawanan yang diwariskan oleh para pejuang kota ini, kini telah terkikis dan diganti dengan jiwa kapitalis liberal.
Sebuah pengikisan karakter Surabaya dan Indonesia terus terjadi secara sistematis. Salah satu contoh: Penghilangan 2 pasar tradisonal yang merupakan icon kotaSurabaya yang sangat terkenal, Pembangunan Jembatan Suramadu yang semakin memperkuat sebuah mind set bahwa kita adalah bangsa daratan, mengikis semangat kebahariaan. Hal ini diperparah dengan peran pendidikan formal yang hanya mengajarkan teori-teori barat, tapi lupa membangun karekter nasional dan moral para pemuda. Begitu juga orang tua seakan tidak peduli dengan hal ini.
Semangat bahari
Semangat bahari merupakan salah kunci untuk membangun karekter nasional bangsa Indonesia. Kita masih ingat bagaimana para nenek moyang kita dahulu begitu gagah dan menjadi pemenang bila berada di lautan. Hal ini dilambangkan dengan semboyan jales veva jaya mahe( di lauk kita jaya) dan lagu nenek moyangku seorang pelaut. Ciri-ciri dari masyarakat bahari adalah : 1. Mempunyai semangat yang kuat untuk bertahan hidup, 2. Kemampuan bekerjasama(team work) yang sangat bagus, 3. Kesetiakawanan dan kepedulian social yang tinggi terhadap sesama, 4. Bersikap dinamis dan suka terhadap tantangan. Dari keempat ciri diatas semua bersifat positif, tapi ciri yang kelima ini agak bersifat negatifyaitu Tidak mudah diatur( bandel). Ciri yang terakhir ini yang masih melekat terhadap bangsa ini dalam artian negatif.
Bagaimana cara menumbuhkan kembali semangat bahari diatas? Yang mulai dirombak adalah diri kita yang sudah mengetahui pentingnya semangat bahari, dengan memberikan contoh kepada adik-adik kita, putra-putri kita. Contoh yang dapat kita lakukan adalah: dengan meberikan wawasan bahari secara pelan-pelan dan berkelanjutan, entah dengan mengajak mereka ke laut, memutar film tentang laut atau berlayar.
Setelah itu sistem pendidikan formal harus dirombak. Tidak hanya menjejalkan teori-teori barat, tapi juga menanamkan semangat kelautan terhadap para siswanya. Mulai dari sekolah dasar sampai SMA. Dengan cara: 1. Para guru harus mempunyai semangat bahari, dan memberi contoh anak didiknya. 2. Mengadakan kunjungan ke tempat-tempat yang bisa menumbuhkan semangat bahari. 3. Melakukan observasi dan pengamatan terhadap tempat-tempat ekosistem kelautan di Surabaya, contoh: mengunjungi daerah Wonorejo tempat hutan mangrove dan ekosistem laut yang hampir punah. 4. Memberikan semangat dan dorongan ke pada para siswa betapa pentingnya semangat bahari, dengan cara: pemutaran film-film heorik kelautan, menyelipkan nasehat ditengah pelajaran tentang kelautan atau memberikan contoh pelajaran terkait dan dihubungkan dengan semangat kelautan. Memang kita tidak bisa ujuk-ujuk langsung merubah system pendidikan kita. Tapi hendaknya kita mulai perubahan secara kecil-kecilan dulu tapi berkelanjutan.
Para pemuka Agama, baik Kyai, Gus, Ustad, Pendeta, Brahmana, pastor serta pemimpin adapt/sesepuh kampong harus turut serta menanamkam semangat bahari terhadap Jama-ahnya, masyarakatnya dan lebih penting kaum mudanya. Coba di setiap ceramah agama diselingi Khotbah rasa cinta tanah air, rasa cinta kelautanpasti akan terasa efeknya meskipun kecil, dan kalau dilakukan secara terus-menerus, kemungkinan besar akan menjadi sesuatu yang bereffek besar.
Pemerintah sangat ikut andil dalam penurunan mental semangat bahari warga Surabaya. Kenapa? Karena atas ijin pemerintahlah penghilangan identitas-identitas rasa cinta tanah air dan semangat bahari terjadi. Seperti yang saya uraikan diatas,terutama dinas pendidikan yang menyusun sebuah kurikulum pendidikan termasuk yang paling besar kontribusinya terhadap hal ini, Bagaimana tidak para siswa dan guru dipaksa untuk mengikuti peraturun kurikulum yang telah ditetapkan dan tidak pro-terhadap jati diri bangsa Indonesia.
Untuk itulah saya harapkan pemerintah memperbaiki hal ini dengan cara sebagai berikut: 1. Merancang kembali tata kota yang berwawasan bahari secara perlahan-lahan, jangan hanya dilihat dari sisi ekonomi saja, dari sisi social, budaya dan jati diri kotaSurabaya juga harus diperhatikan. 2. Pemkot bekerja sama dengan pemkot/pemkab kota lain bersama-sama menanggulangi pencemaran sungai Berantas, karena apa? Sungai berantas merupakan sungai terbesar di Jawa timur. Dan melewati 4 kabupaten/kotamadya. Jika tidak ada koordinasi dengan pemerintah daerah lainnya, maka penanggulangan pencemaran sungai brantas tidak akan berjalan maksimal bahkan kemungkinan gagal sangat besar. Dan ini akan berdampaksangat buruk pada ekosistem sungai, pantai dan laut. Itu dari sisi lingkungan, dari sisi ekonomi, para petambak, nelayan akan mendapatkan penghasilan yang semakin turun. Dampak yang lebih besar lagi kita akan kekurangan pasokan bahan makanan berkualitas. Karena kekurangan pasokan bahan makanan, kita import pada Negara lain, ini akan menjadi ironi di negeri bahari. Dari sosialnya, jika ini terjadi maka sektor perikanan/kelautan didaerah Surabaya akan semakin tidak diminati. Dengan begitu semangat bahari akan luntur dengan sendirinya. 3. Merumuskan peraturan baru tentang daerah konservasi dan resapan air.Karenapembangunan perumahan dan pusat bisnis yang tidak mengindahkan lingkungan telah turut menjadi penyebab mengapa semangat bahari orang Surabaya menurun. Kita lihat di kawasan kenjeran, keputih, dimana daerah resapan air dan penghasil laut dan tambak semakin berkurang. Daerah yang dulu menjadi pusat nelayan pesisir dan petani tambak, kini hampir hilang disebabkan oleh semakin genjarnya pembangunan perumahan kawasan elite.
Kalau hanya melihat bagaimana mempercepat pertumbuhan ekonomi saja, memang hal diatas merupakan jalan pintasnya. Tapi resiko yang ditanggung juga sangat besar yaitu sebuah penghancuran nilai asli masyarakat Surabaya. Untuk itulah saya berharap pemkot, pemprov dan pemerintah pusat tidak hanya terpaku pada laju pertumbuhan ekonomi saja, tapi juga harus dipikirkan bagaimana mereduksi kesenjangan social yang ada(distribusi pendapatan)dan mempertahankan semangat bahari bagi masyarakat Surabaya khususnya dan bagi masyarakat Indonesia pada umumnya.
Konsep Manunggaling Kawulo Gusti
Selain kehilangan semangat bahari, masyarakat Surabaya juga telah lama mengalami sebuah degradasi moral. Sebuah gaya hidup westernisasi yang kebablasan, mabuk-mabukan, pencurian, menurunya kepedulian antar sesama dan semangat bahwa kelompoknya paling benar telah melemahkan rasa kebersamaan dan nasionalisme sebagian besar warga Surabaya. Sebuah contoh dari penurunan moral warga Surabaya adalah: Pengobrakan pkl di depan delta yang berujung kematian pada seorang balita, dikarenakan tersiram air kuah bakso. Masak, sebuah penggusuran harus di tebus oleh sebuah nyawa seorang balita? Ini benar-benar sebuah ironi dan menandakan sebuah mentalitas yang bobrok dari aparat pemerintah. Contoh lain lagi: seorang siswi SMKN 8 Surabaya mengalami kejadian kehamilan di luar nikah, dan peristiwa itu terjadi pada saat mau mendekati ujian uan 2009.
Dari dua contoh diatas kita melihat sejauh apa sebuah penurunan moral masyarakat Surabaya. Sungguh sebuah ironi, sebuah Negara muslim terbesar di dunia, masyrakat pemeluknya banyak yang melakukan tindakan amoral. Inikah sebuah perilaku yang mencerminkan pemeluk agama Islam? Bukan. Lalu siapa yang salah? ajaran Agamanya? Bukan. Yang salah adalah sebuah konsep pemahan tentang agama Islam yang di pandang hanya sebagai konsep ritual, tanpa pemaknaan lebih dalam. Ritual agama hanya sebuah input yang out-putnya adalah perbuatan baik. Pendidikan sekarang hanya mengajarkan pentingnya penggunaan akal tanpa mementingkan kesadaran tentang siapa yang menciptakan akal ini. Maka yang terjadi adalah adanya kesenjangan/gap antara kaum terpelajar dan masyarakat biasa. Dimana sebagian besar kaum terpelajar merasa derajat mereka lebih tinggi dari masyarakat biasa. Dan apa yang terjadi? Kemerosotan morallah out-put dari semua itu.
Disinilah konsep Manunggaling Kawulo Gusti yang di utarakan Syeh Siti Jenar, akan saya coba kemukakan untuk menjadi salah satu alternatif, guna mengembalikan cara hidup yang benar yaitu cara hidup diingini oleh Allah SWT. Ajaran Manunggaling Kawulo Gusti memiliki dua dimensi yaitu: Teologis dan Sosiologis. Dimensi teologis membawa kita keluar dari pandangan yang menjadikan materialisme sebagai pijakan berpikir. Dimensi sosiologis membawa kita pada pemahaman bahwa perbedaan adalah sebuah rahmat yang diberikan oleh Gusti Allah kepada kita. Sehingga terbentuklah sikap saling menghargai dan menyayangi. Dan konsep inilah yang dipakai oleh para founding father Negara Indonesia dalam merumuskan pancasila dan ditutup kalimat Bhineka Tunggal Ika.
Dalam Negara sebuah jika konsep ini digunakan seorang pemimpin dan elite politik(Gusti) harus benar-benar bisa memahami kehendak kawulo(rakyat). Inilah sebenarnya sebuah makna demokrasi Islam, yaitu: seorang penguasa adalah abdi rakyat dan merupakan manisfestasi dari kehendak rakyat. Dalam konsep keIndonesian hal ini diwujudkan dengan pancasila dengan ke lima silanya.
Penutup
Warga Surabaya harus kembali pada semangat bahari dan menerapkan konsep Manunggaling kawulo Gusti yang berlaku secara universal. Maksud saya disini bukan pada tata letak satu agama yang diagungkan. Tapi konsep ini dipandang sebagai konsep teologis dan sosiologis yang merupakan fitrah manusia. Jadi mau agama Islam, Kristen, Budha, Hindu, Katolik dan Khonghuucu, Insya Allah bisa menerimanya.
Dengan kembalinya semangat bahari yang pantang menyerah. Surabaya akan kembali Berjaya. Semangat untuk bekerjasama dan mental pantang menyerah akan membuat warga Surabaya bersatu padu dalam menghadapi tantangan-tantangan masa depan. Terutama dalam mengolah dan menjaga kekayaan laut Indonesia. Sehingga diharapkan seluruh masyarakat Indonesia sejahtera.
Dengan diterapkan konsep manunggaling kawulo gusti dalam tataran teologis dan sosiologis, tidak di monopoli oleh satu agama. Diharapkan warga Surabaya yang plural, kembali menjabat erat saudara sebangsa dan setanah air. Sehingga terbentuklah masyarakat yang berbhineka tunggal ika. Karena perbedaan adalah rahmat yang di berikan oleh gusti Allah. Dan diharapkan hal ini menyebar ke seluruh penjuru nusantara. Sehingga tidak ada lagi kata, saya lebih baik, lebih benar dan lebih tahu dari pada kamu. Karena kebenaran sejati hanya dipunyai oleh sing gawe urip.
Penulis sadar konsep diatas diatas sangat sulit diterapkan. Tapi kalau konsep itu diterapkan secara benar, Insya Allah nasionalisme akan tumbuh dengan sendiri. Dan bagi penguasa, di harapkan ingat akan kebutuhan rakyatnya. Karena konsep ini adalah kemanunggalan gusti( pemimpin/President) terhadap kawulo(rakyat). Jadi Manunggaling Kawulo gusti adalah, Gusti di harapkan menjalankan keinginan rakyat, bukan di balik.
Dengan sadarnya siapa diri kita, penulis berharap kerusakan moral yang telah melanda negeri ini bisa dikurangi. Sehingga terciptalah masyarakat adil dan makmur. Atau kalau konsep Islam adalah di bumikannya Islam yang rahmatan lil alamin. Dan penulis berharap Semoga kaum muda dan seluruh rakyat Indonesia sadar akan fitrahnya sebagi hamba Allah dan sebagi rakyat Indonesia seutuhnya. Dan sayasangat berharap Indonesia kita bisa berjaya dan mampu memberikan keadilan, kemakmuran dan perlindungan bagi segenap rakyatnya.
Selasa, 20-10-2009 lalu, Negara tercinta kita, mempunyai hajatan besar yaitu pelantikan President dan Wakil President terpilih pemilu 2009. Ngedobos.blogspot.com mengucapkan Selamat atas pelantikan Bapak-bapak yang terhormat. Bawahlah Negara Indonesia menjadi negara yang lebih baik. Banyak permasalahan yang belum terselesaikan didalam bangsa ini, Mulai kasus Korupsi sampai masalah pembangunan yang tidak merata. Saya berharap terutama sekali pada Bapak Boediono, jangan terlalu banyak menggunakan instrument moneter untuk merangsang pertumbuhan ekonomi. Sudah jelas, permainan instrument moneter hanya dimainkan oleh orang-orang kaya saja. tanpa menyentuh saudara-saudara kita yang tidak mengerti apa itu obligasi, sun dan saham. Untuk bapak President yang terhormat, tolong perkuat angkatan bersenjata kita dan lebih memanfaatkan potensi laut kita dan kelola dengan kekuatan sendiri. Untuk Beliau berdua yang terheormat, Tolong batasi foreign direct investment, terutama pada sektor-sektor yang menguasai hajat hidup orang banyak. Dan mendesak para MNC supaya mau mengalaih teknologikan atau share teknologi kepada bangsa kita. Semoga Kepemimpinan Bapak berdua menjadikan bangsa ini lebih makmur untuk semua lapisan masyrakat. Semoga...semoga..semoga. Kabulkanlah doa saya Ya ALLAH.
earth quake disaster in Padang 30 September 2009, more the more make my country lovely very very sorrow. End not one bad news, to add bad news other. The great nation moslem people in the world. The religion of truth and holy. But why? Indonesian people not come back to Almighty(Gusti Allah). Coruption, well money corruption, Mind corruption, Pray Corruption, Science corupption and the other coruptiun. This my country full coruptiun. Iam saded in condition my lovely country. bumi pertiwi crying again look to people-people that to side in the land Indonesian. how many coution? How many disaster? How many Scrifice people again? Make to wealth of nation building to all people. My friends, My collegues in Indonesian, Here back again in Allah Swt. because he is a owner all of life in alam semesta. I Hope disaster in Indonesian to stopped. and I hope my friends that to be attched earth queke disaster, gived strongly in her heart. amin
Jean Baptist Say, He is expected economic's birth of Frence that busniess family. And he is spupport an idea Adam Smith. In the books he is given idea to call theorie des debouchees( This theory market and marketing). And in the world economic's more than femous Say's law. This theory become basicly compass and key economic science 100 years ago. And the end of truth quarreled John Maynard Keynes in 1930-an. The maintame say minded viewed classical mazhab. At something equilibrium, production prosces in her self, will make income and out-put at level and volume that make demand(buying) that be equal to perverade all of out-put production(production creates its own demand) producticty capasity installed although work oppurtunity used full. And Impossible happen excess production although inadequacy in the propensity consumption or eternal unemployment. In the say argument, from production prosses goods will making efectifities demand level(aggregate effective demand) that all deep will sufficient from buying aggregate supply from out-put from price every product goods that sell will become retaine service shapped wage, interest, profit, and land rent. Not all of income maked investment and partly in savings. But savings an individuals a certain moment will distribusion as investment. In this case, not all say's law accepted with econom-econom classical mazhab. Is a reject Say's law that: Thomas Malthus. he is reject truthly say's law. Malthus indeed giving evidence in under consumption, and in the end Theory, John Maynard Keynes attacked this theory and laizez faire, laizzez passer in 1930-an
Memang agak telat ngedobos menemukan sebuah esai ini. Sebuah esai dari Etmusikolog(Duniaesai.com) Rizal Siagan. Beliau sangat terkaget-kaget sekaligus geram , ketika membuka halaman sebuah situs yang memuat berbagai video musik. dan ternyata dejumlah senandung lagu dalam tradisi ronggeng melayu kini hak ciptanya sudah dikuasai salah satu raksasa industri rekaman ternama yaitu WARNER. Kita tahu bahwa warner merupakan korporasi yang menguasai industri permusikan dunia. Pertanyaannya sekarang adalah, siapa yang menjual lagu-lagu ronggeng Melayu tersebut? Kata Rizal tentang senandung lagu-lagu Melayu yang beliau akrabi pada masa kecil di Medan. melihat tulisan beliau, saya jadi ingat buku yang ditulis oleh " John Perkins" dalam Confessions of an economic hit man. Beliau adalah seorang ekonom yang bekerja untuk perusaan MAIN di Boston AS. Sebuah perusahan konsultan yang tugas utamanya menguasai perekonomian negara-negara berkembang, dan dibagi-bagikan kepada korporasi/ MNC(Multi Nasional Corporation). Yang dibungkus dengan indah sebagai bagian dari percepatan pertumbuhan ekonomi supaya negara-negara berkembang bisa sejajar dengan negara maju. Hak Kekayaan Intelektual(Pandangan pribadi ngedobos) HAKI merupakan biang keladi dari semua konflik yang terjadi selama ini. Bagaimana penyebab kita ribut-ribut masalah reog, batik, tari pendet, sampai lagu rasa sayange. Juga masalah tempe dengan Jepang. Untuk kasus yang terakhir kita tidak begitu ribut, kenapa ya? Padahal masalah tempe ini lebih besar dampaknya bagi perekonomian dari pada masalah tari-tarian. Bukankah tempe merupakan makanan khas Indonesia, dan sudah sejak dulu diproduksi oleh masyarak Indonesia dan menjadi mata pencarian Masyarakat kecil. Inikah cermin nasionalisme pemuda Indonesia? Kenapa tidak bisa membedakan mana yang lebih penting dari yang terpenting. Okey, kembali ke masalah korporasi-korporasian. Masih ingatkah kita masalah Ambalat? Sebuah kawasan kaya minyak yang sungguh sangat menggiurkan. Kita lihat siapa yang bermain di minyak-minyakan itu, mereka adalah korporasi asing seperti exxon mobile, calltex, sheell dan konco-konconya. Ini sangat berbahaya, jika ini memang benar alangkah mundurnya pola pikir kita. Mind set kita telah dirasuki oleh: Corupted mind dan kapitalis mind. waduh, Ngedobos gak bisa membayangkan, bagimana jadinya kalau bahasa khas kota tercinta ngedobos(Surabaya) yaitu Jancuk di klaim oleh salah satu pihak, dan di patenkan. Ini bukan omong kosong, indikasi kearah tersebut sudah ada, meskipun hanya sebatas kata cak-cuknya saja. Jangan-jangan juga nanti hak cipta atas nama Nabi Muhamad, Allah, Sang Hyang Widi, Yehova dan lain sebagainya di klaim oleh orang lain, sehingga kalau kita beribadah kita harus kasih royalti kepada orang lain. wah bisa-bisa kita ndak usah beribadah. Masihkah kita mengagung-agungkan HAKI? Bukankah semua yang ada pada kita itu bukan milik kita. Kita lihat, jika kita mengungkapkan gagasan/ ide atau bahkan menemukan sesuatu bukankah itu semua merujuk dari sebuah pengalaman, teori/ilmu dan ilham yang datang dari Gusti Allah(dlm Islam). Bukankah itu semua datangnya bukan dari dalam diri kita? pantaskah kita mengakui yang bukan milik kita menjadi milik kita? Itu namanya mencuri, merampok dan mengibuli sing gawe urip. Ayolah kita ubah pola pikir kita, jangan lagi dicemari oleh pikiran-pikiran korupsi dan kapitalis. Saya teringat kata-kata dari Albert Enstein, " janganlah menjadi orang pandai tapi jadilah orang yang berguna. Tapi, lebih baik lagi jadi orang pandai dan berguna. Bagi orang Islam bukankah salah satu yang amalan yang tidak terputus pada saat kita Wafat adalah ilmu yang berguna. kalau ilmu kita daftarkan kepada HAKI maka logikanya setiap orang yang mau menggunakan ilmu itu harus membayar royalti. bagaimana ilmu itu bisa berguna, kalau orang yang mau memakai harus membayar ilmu itu? Kesimpulan Mari kita lebih berpikir secara mendalam, tentang konflik Malaysia ini. Supaya kita tidak ditertawakan oleh orang lain, tentang betapa bodohnya kita. Bukankah Bung Karno pernah bilng, "Yang kita serang bukan bangsa Malaysia tetapi Jiwa Imperalismenya, dalam hal ini UNited kingdom(Inggris). Ayo teman-teman, dulur-dulurku sebangsa dan setanah Air mari kita berpikir arif dan bijaksana. Untukmu negeriku, semoga nama engkau akan semakin harum. AaaAammmmiinnnn. Dari rakyat yang cinta negerinya. Silakan Kritik, saran dan cacian dari pembaca. Untuk Indonesia yang lebih baik.
Pada seminggu ini masyarakat kembali di suguhkan oleh berita 'memanasnya' kasus bail out Bank Century oleh pemerintah. Rencana bail out ini mengemuka pada tanggal 21 Agustus 2009. Dimana pada saat itu komite stabilitas sistem keuangan (KSSK) mengambil keputusan ' bail out' terhadap bank Century. dasar pemerintah untuk tidak menutup bank sesuai dengan rapat kerja dengan komisi XI DPR 27 Agustus 2009 yaitu: 1. dikhawatirkan terjadi penurunan kepercayaan nasabah. 2. BI menyatakan penutupan Bank Century akan berdampak terhadap pasar keuangan karena keadaan perekonomian sedang labil. 3. BI menyatakan penutupan Bank Century bisa mengancam sistem pembayaran bank/ terjadi efek domino. Polemik kasus Yang menjadi penyebab kasus Bank Century menjadi heboh adalah: Masalah yang terjadi di Bank Century merupakan tindakan kriminal murni, yaitu berupa perampokan bank oleh pemiliknya( adanya moral harzard) sendir, akibat lemahnya pengawasan yang dilakukan oleh Bank Indonesia. Untuk itulah seharusnya BI dan KKSK mengambilkan tindakan keras dengan cara melapor pada kepolisian dan menangkap pemilik bank tersebut. hal ini ditegaskan oleh wapres Yusuf Kalla dalam konfrensi pressnya pada kompas(01-09-09). Beliau menyatakan masalah bank century itu saya katakan bukan masalah krisis ekonomi, tetapi kasus kriminal, yaitu perampokan karena dilakukan oleh pemiliknya sendiri dengan cara mengambil uang nasabah, termasuk penerbitan obligasi bodong(tidak ada nilainya). Persoalanya Menkeu ekonomi Sri Mulyani bersikeras(ngotot) membenarkan tindakan penyelamatan bank ini. Kebijakan ini didukung oleh 2 produk hukum sekaligus. Dasar pengambilan keputusannya berasal dari hasil penilaian BI dan peraturan pemerintah pengganti UU no 4/2008 tentang jaring pengamanan sistem keuangan dan UU no 24/2004 tentang LPS. Maka untuk itulah LPS memberikan'bail out' sebesar 6,7 T. Mari kita Ngedoboskan masalah ini dengan menganalis kasus ini dengan ilmu yang saya dapatkan. KASUS BLBI Masih segar dalam ingatan kita tentang krisis ekonomi 1997, yang pada akhirnya mengundang IMF dan memberikan RACUN terhadap perekonomian kita. IMF dalam LOInya mendesak pemerintah supaya mengucurkan dana "bail out" utang-utang swasta dan menyelamatkan perbankan nasional. Dengan dana sebesar Rp. 647 T. Dana tersebut digunakan untuk BLBI Rp. 144.536T. Obligasi rekapitulasi Rp. 448.814T(untuk bank-bank BUMN Rp. 282.319 T, dan bank swasta Rp. 165.265 T) Serta obligasi penjaminan Rp. 53.78T. Teori Konjungtur Teori konjungtur, dalam tulisan Kwik Kian Gie pada majalah info bank. Beliau memberikan penjelasan mengenai teori ini. Karekteristik terjadi karena: 1. Krisis yang di sebabkan oleh under consumption, 2. krisis yang terjadi akibat over investment, 3. krisis yang di sebabkan oleh moral harzard. Analisis Kasus ini Bank century memiliki rasio kecukupan modal (CAR) sebesar -150%) jauh dibawah syarat minimum yang ditetapkan oleh BI yaitu 8%. Untuk itulah dibutuhkan dana sebesar 6,7T untuk menanggulanginya. Masalahnya kasusu Bank Century ini adalah murni kasus kriminal, yaitu pengambilan/perampokan uang Yang dilakukan oleh pemiliknya dengan menjual obligasi kosong yang pada waktu itu obligasi Lehman brother dan AIG lembaga keuangan yang bangkrut. Menurut teori konjungtur, jika ini kita berikan 'bail out' sama dengan memberikan racun pada perekonomian kita. kenapa? Karena kasus ini murni tindakan kriminal, bukan merupakan kegagalan sistemik perbankan/ krisis ekonomi. Sama seperti kasus BLBI dimana penyebabnya adalah 'over investment' tanpa ada penambahan out put pada perekonomian. Nah, kalau sudah begitu, kita kembali mengulangi kesalahan yang sama. Dan sama seperti orang IDIOT 2. Ketidak jelasan transparasi dan dualisme pengucuran dana: 1. Wapres selaku wakil pemimpin negara tidak diberitahu tentang pengucuran dana dan mekanismenya. Wapres hanya diberitahu sesudah hal ini terjadi. 2. DPR hanya menyetejui pengucuran dana sebesar Rp. 2.776 T yang dikeluarkan oleh LPS. Sebagai efek dari keputusan Pemerintah bahwa tabungan di bawah 2 M di jamin oleh pemerintah. Maka dalam hal ini, tibullah pertanyaan: Mengapa menkeu berani mengucurkan dana melebihi kesepakatan diatas dan tanpa sepengetahuan wapres? Ada apa ini? Menurut saya dana sebesar 6,7 T bisa kita gunakan untuk membangun sektor riil yang tentu lebih bermanfaat bagi masyarakat banyak. Dari pada dana tersebut hanya digunakan untuk memperkaya konglomerat. Gini mau membangun negara Indonesia yang sejahtera? sejahtera bagi siapa? Dan jika analisis saya ini benar, maka ini merupakan kasus cupted mind, yaitu uang yang terang-terangan digelapkan oleh pemilik bank dianggap sebagai " bagian dari krisis", dan pelakunya dibebaskan dengan seenak hati. Silakan tanggapan dari dulur-dulur
Adam Smith is the biggest filsuf and scientific from Scotlandia birth. He is a profesor in falsafah science of university Edinburgh famous universty of this age. At flest he is interisting for logical and etchic and after seriosly problem-problem economic. Well in domestic problem although international problem. He usualy discousion with scintific phsiokrasi mazhab, like as Quesnay and Turgot. Adam Smith is a founding fauther classical mazhab. After to publish his the book "AN INQUIRTY INTO THE NATURE AND CAUSES OF THE WELTH OF NATIONS" an idea Adam Smith there that is the book, essence he's idea this people's it is best to basicly of the law nature( the order of things accroding to natural law). This behavior of human according to natural six motivation: 1. Imported of self, 2. The bsicly influence sympty unsure an the realitionship human and human, 3. propensity free liberalism, 4 Tendency in human behavior of guarding moral ethic, 5. Habbit a work, 6. Tendency do trade in the market. So, he is opinian to each individu-individu the most accept whatever self needed. At people must to give probabilty and freedom behavior with memelihara importaned is self. Consequency in this policy/idea will make to competetion people to people and exploid man and man. At last, competited make to walfare andmodern of human's. The behavior of individual-individual will to alm of invisible hand and make to optimun result. What is this invisible hand? There are invisible hand power of power that inclined carry on economic equilibrium condition( market mecanism). Where is role government? Role government is to reduce and guarding market mecanism smoothy to wolk. To notted monopoly. To streng them Quesnay-Turgot to word of laizsez faire, laissez allier. Important value in use and value in exchange. Value in use: value that linked with utility in used for life. Exsemple: water, oil, rice etc. Value in exchange: Goods value in exchabge with other goods. Exsemple: diamond, gold, silver, money etc. More countinued this problem will to be come study econom-econom clasical mazhab and neo-clasical mazhab. Adam Smith also to throwed other idea, labor theory of value. End layer terrace value something out put to measure with total cost labor productivity/ labor cost theory of value. Economic scienece history (Sumitro Hadi Djoyokusumo)